This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Investasi Rumah Mewah

Harga properti tidak akan pernah turun

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Friday, 7 February 2020

Cara Memasarkan Properti Agar Laku Namun Tetap Harus Hati-Hati

Persaingan yang kian ketat dalam dunia pemasaran saat ini, khususnya properti, telah memacu siapapun untuk selalu berpikir kreatif dan membuat terobosan, tidak terkecuali bagi para pengembang perumahan, yaitu para developer, yang perlu selalu mengembangkan cara memasarkan properti agar laku namun tetap harus hati-hati.
Pasalnya, meski dituntut untuk kreatif dikarenakan adanya persaingan yang demikian ketat, namun seyogyanya dalam melakukan pemasaran, salah satunya yaitu melalui iklan, para developer harus tetap menggunakan logika yang sehat.
Kata-kata yang bombastis dalam konten iklan properti, meski dinilai mampu dilirik oleh calon konsumen yang berujung transaksi namun bisa saja kontraproduktif dan berbalik menjadi bumerang, alias senjata makan tuan. Untuk melihat sumber Klik disini

Wednesday, 6 March 2019

Analis proyeksikan sektor properti belum bangkit tahun 2019, ini penyebabnya

Sepanjang tahun 2018 kinerja sektor properti belum mendapat sentimen kuat untuk bertumbuh. Alhasil, analis memproyeksikan penjualan properti secara umum belum akan tumbuh signifikan di tahun 2019. Namun, beberapa sentimen positif masih bisa diharapkan untuk menyokong kinerja beberapa emiten di sektor properti. Analis Mega Capital Sekuritas Adrian M Priyatna mengamati kinerja sektor properti dalam beberapa tahun belakangan belum begitu kuat. Kenaikan harga lahan yang terus naik dari tahun ke tahun karena keterbatasan persediaan serta naiknya harga bahan baru menyebabkan harga properti kian meroket dan berdampak pada turunnya permintaan. Bagaimana tidak, tingkat pertumbuhan ekonomi di sepanjang tahun 2018 masih cenderung flat di kisaran 5% lantaran daya beli masyarakat juga tidak banyak menguat.

Belum lagi, sektor properti juga tertekan suku bunga acuan Bank Indonesia yang cenderung naik dan menyebabkan tingkat suku bunga bank terkerek. "Faktor tersebut menyebabkan permintaan properti cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir," kata Adrian, Jumat (28/12).

Di tahun 2019, Adrian memproyeksikan sentimen-sentimen negatif tersebut kemungkinan besar masih akan menekan kinerja sektor properti. Apalagi, di tahun politik atau jelang Pemilu umumnya, sikap investor cenderung berhati-hati untuk membeli aset properti. "Mengingat ada kemungkinan perubahan skenario yang mungkin akan mengubah nilai properti yang mereka miliki," kata Adrian.

Di tengah sentimen negatif yang masih menyelimuti, sektor properti juga memiliki sentimen positif yang diharapkan bisa mendongkrak kinerja sektor ini. Diantaranya, relaksasi Loan to Value (LTV) yang menurut Adrian bisa berdampak positif pada kinerja sektor properti.

Selain itu, kenaikan tingkat suku bunga yang cenderung terbatas di 2019 karena The Fed akan mengurangi kenaikan suku bunga acuannya, juga berdampak positif bagi sektor properti. Namun, tetap Adrian memproyeksikan permintaan properti belum akan meningkat pesar di tahun 2019. "Mungkin dua hingga tiga tahun lagi," kata Adrian.

Adrian menjagokan BSDE di sektor properti dengan target harga Rp 1.550 per saham dengan rekomendasi buy.

BSDE jadi unggul karena membangun banyak landed house yang masih menjadi opsi utama bagi masyarakat untuk jadi tempat tinggal, selain itu landbank BSDE yang paling luas dari kompetitornya," kata Adrian.Sumber  Klik disini



Monday, 4 March 2019

Menakar Prospek Bisnis Properti Tahun 2019

Pemilu serentak akan dilaksanakan pada April 2019 mendatang. Kendati situasi politik kerap dikaitkan dengan ketidakpastian, tidak demikian dengan properti. Managing Director Sinarmas Land Dhony Rahajoe mengatakan, hampir setiap tahun pemilu dilaksanakan di Indonesia. Meskipun, bukan dalam skala nasional. Optimisme bahwa bisnis ini akan berjalan positif lantaran masih tingginya angka kebutuhan rumah yang beluk terpenuhi atau backlog. Terutama, kebutuhan rumah bagi segmen menengah ke bawah.
"Kalau saya lihat siklus ini, kan pemilu sudah dilakukan berkali-kali ya. Namanya penjualan rumah ya tetap akan optimistis, tanah akan tetap dibutuhkan. Jadi kami tetap yakin 2019 baik untuk investasi properti," kata Dhony dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (17/12/2018). Sinyal kenaikan properti tersebut, kata dia, sudah terlihat sejak tahun ini. Walaupun kenaikannya dirasakan belum teralu signifikan. "Khusus perumahan, apalagi kalau lihat year on year semester pertama dari KPR yang disalurkan Bank BTN itu di atas angka rata-rata yang dihitung OJK, (yaitu) 19 persen," ungkap Dhony. Untuk diketahui, PT Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat pertumbuhan kredit sebesar 19,28 persen menjadi Rp 220,07 triliun pada kuartal III 2018 ini. Angka tersebut meningkat dari penyaluran kredit BTN di kuartal III tahun 2017 yang sebesar Rp 184,5 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong kenaikan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan melalui kucuran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). "Jadi kita melihat ada tren naik. Apalagi yang milenial ini sudah mulai ada kebutuhan dan banyak relaksasi yang diberikan pemerintah," imbuh dia. Alih-alih memberikan pengaruh signifikan, menurut Dhonie, kondisi perekonomian global justru lebih berpengaruh daripada kondisi politik dalam negeri. Perang dagang antara Amerika Serikat-China, serta rencana kenaikan suku bungan Bank Sentral AS, dipastikan dapat memberikan pengaruh besar terhadap industri properti Tanah Air. "Kalau suku bunga naik, maka bunga konsumsi juga naik. Jadi sangat besar pengaruhnya. Harapannya yang optimis kita berharap pemerintah bisa menjaga stabilitas bunga di Indonesia sehingga bisa terjangkau," harap dia. Sumber klik disini

Friday, 15 February 2019

Pemilu serentak akan dilaksanakan pada April 2019 mendatang. Kendati situasi politik kerap dikaitkan dengan ketidakpastian, tidak demikian dengan properti. Managing Director Sinarmas Land Dhony Rahajoe mengatakan, hampir setiap tahun pemilu dilaksanakan di Indonesia. Meskipun, bukan dalam skala nasional. Optimisme bahwa bisnis ini akan berjalan positif lantaran masih tingginya angka kebutuhan rumah yang beluk terpenuhi atau backlog. Terutama, kebutuhan rumah bagi segmen menengah ke bawah. Baca juga: Pertumbuhan Properti Saat Ini Lebih Didorong Faktor Infrastruktur "Kalau saya lihat siklus ini, kan pemilu sudah dilakukan berkali-kali ya. Namanya penjualan rumah ya tetap akan optimistis, tanah akan tetap dibutuhkan. Jadi kami tetap yakin 2019 baik untuk investasi properti," kata Dhony dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (17/12/2018). Sinyal kenaikan properti tersebut, kata dia, sudah terlihat sejak tahun ini. Walaupun kenaikannya dirasakan belum teralu signifikan. "Khusus perumahan, apalagi kalau lihat year on year semester pertama dari KPR yang disalurkan Bank BTN itu di atas angka rata-rata yang dihitung OJK, (yaitu) 19 persen," ungkap Dhony. Untuk diketahui, PT Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat pertumbuhan kredit sebesar 19,28 persen menjadi Rp 220,07 triliun pada kuartal III 2018 ini. Angka tersebut meningkat dari penyaluran kredit BTN di kuartal III tahun 2017 yang sebesar Rp 184,5 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong kenaikan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan melalui kucuran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). "Jadi kita melihat ada tren naik. Apalagi yang milenial ini sudah mulai ada kebutuhan dan banyak relaksasi yang diberikan pemerintah," imbuh dia. Alih-alih memberikan pengaruh signifikan, menurut Dhonie, kondisi perekonomian global justru lebih berpengaruh daripada kondisi politik dalam negeri. Perang dagang antara Amerika Serikat-China, serta rencana kenaikan suku bungan Bank Sentral AS, dipastikan dapat memberikan pengaruh besar terhadap industri properti Tanah Air. "Kalau suku bunga naik, maka bunga konsumsi juga naik. Jadi sangat besar pengaruhnya. Harapannya yang optimis kita berharap pemerintah bisa menjaga stabilitas bunga di Indonesia sehingga bisa terjangkau," harap dia. Sumber Klik di sini

Thursday, 20 October 2016

Rumaj minimalis

Rumah minimalis sudah menjadi tren masakini. Tren rumah minimalis d sebabkan keterbatasan lahan d area perkotaan. Mahalnya tanah d perkotaan juga mendukung ngtrennya rumah minimalis. Rata-rata luas rumah minimalas berkisar tipe 27 s.d 70, luas tanah berkisar 150 s,d 250 m. Dengan keterbatasan tanah tersebut timbul niat untuk membuat rumah minimalis dengan dua lantai. Kantai pertama biasanya d gunakan untuk usaha. Berikut beberapa contoh rumah minimalis 2 lantai

Monday, 12 September 2016

Properti 2017



Pasar properti Indonesia diprediksi akan terus membaik dalam tiga tahun ke depan. Berdasarkan hal itu pula, tahun 2017 dinilai sebagai saat terbaik untuk membeli properti.

Setelah sempat lesu sepanjang tahun 2015 lalu, pasar properti mulai pulih pada tahun 2016 ini. Situasi ini akan terus membaik setidaknya hingga tahun 2018. Khusus untuk paruh kedua tahun ini, Colliers Indonesia memprediksi perubahan pasar properti meski gejolaknya belum terlalu signifikan.

“Bagi investor, ini adalah kesempatan bagus karena harganya cukup menguntungkan. Pembelian properti pada 2017 sangat disarankan karena pengembang akan memberikan keringanan pembayaran, diskon, dan gimmick lainnya,” ujar Aleviery Akbar, Associate Director Colliers International Indonesia.

“Kebijakan Tax Amnesty juga akan berdampak positif. Biasanya, tahun pertama uang yang masuk akan digunakan untuk bond. Tahun kedua dan tahun ketiga barulah untuk properti. Dengan membeli bond, bunga bank akan turun dan pertumbuhan ekonomi akan membaik,” ia menjelaskan.

Perhatian Pemerintah

Sikap Pemerintah Indonesia yang memberikan perhatian khusus di sektor properti juga semakin mempercepat pemulihan sektor properti nasional. Salah satunya adalah penurunan batas minimal uang muka (DP) dan keringanan cicilan, serta program rumah bersubsidi.

Bahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Rumah Umum dan Komersial Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan akan membantu prasarana, sarana, dan utilitas (PSU), terhadap program rumah bersubsidi.

Setidaknya ada tiga komponen Bantuan PSU TA 2016 yang akan disalurkan Kementerian PUPR ke perumahan MBR tersebut. Meliputi jalan lingkungan, penerangan jalan umum (PJU), dan ruang terbuka non hijau seperti lapangan olahraga, taman bermain, dan tempat parkir untuk rumah susun.

Bantuan ini murni ditujukan agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat merasa nyaman tinggal di lingkup rumahnya sendiri.

“Kebijakan lainnya yang memberikan dampak positif adalah pajak untuk pembelian, BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah atau Bangunan) yang dibayarkan tidak lagi 5% tapi 1%. PPH 0,5%, bukan lagi 5%. Ini menarik,” Aleviery menambahkan.

Dengan kebijakan Pemerintah tersebut, pajak yang dibebankan pembeli tidak lagi sebesar 42%, seperti yang sebelumnya.

Meski dengan segala kemudahan tersebut, harga rumah masih tetap tinggi, khususnya bagi masyarakat kelas menengah dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tahun 2015 adalah Rp11.540,8 Triliun, dengan pendapatan per kapita mencapai Rp 45,2 Juta. Ini artinya, rata-rata pendapatan masyarakat Indonesia per bulan adalah sekitar Rp3,8 Juta per bulan.

“Secara makro, kami berharap pertumbuhan PDB kembali menjadi 7%-8%. Pertumbuhan ekonomi juga akan dipengaruhi oleh ekonomi global,” ia mengakhiri. Sumber klik disini

Tuesday, 6 September 2016

Rumah Sehat

Rumah sehat tak selalu mewah. Asalkan memenuhi kaidah kebutuhan primer kesehatan fisik dan mental manusia, rumah tersebut pasti sehat.
Karena kita hidup di daerah tropis, buat rumah yang sesuai lingkungan tropis, yakni banyak masuk sinar matahari dan sirkulasi udara baik.
Masuknya sinar matahari serta lancarnya sirkulasi udara selain menghindari lembab dan pengap, juga dapat membunuh kuman yang masuk dalam ruangan rumah. Bisa dilakukan dengan:
- membangun ruang keluarga tanpa plafon atau eternit. Ruang jadi terkesan lebih lapang dan aliran udara pun jadi lancar. Pendingin udara jadi terlalu dibutuhkan. Selain itu, tridak adanya eternit juga dapat mencegah atap jadi sarang tikus.
- Buat ruang yang memilki akses ke ruang terbuka, karena is amemberi penerangan alami pad aruanan dalam rumah. Begitu juga penggunaan 1 atau 2 genting kaca pada garasi, kamar mandi atau dapur. Pemakaian lampu di siang hari bisa dihindari, penggunaan listrik pun lebih hemat.
Gunakan sebanyak mungkin bahan atau material natural, bukan bahan-bahan yang menggunakan finishing eksperimen yang menimbulkan toksik, karena:
- rumah berbahan natural memberikan suasan alami, bahannya mudah didapat, gampang perawatannya dan harganya pun murah.
- Material natural tidak mempunyai banyak efek samping yang merugikan kesehatan.
Masukkan elemen air, karena air bersifat mendinginkan suhu secara pasif (pasif cooling). Misalnya dengan membuat kolam renang, kolam ikan atau tanaman air. Dengan banyak unsure air, pantulan panas matahari yang masuk bisa diredam. Tentu saja keamanan bagi balita juga perlu diperhatikan, misalnya membuat pagar di skeitar kolam.
Buat ruang spesial yang aman untuk anak bermain, baik di dalam maupun di halaman rumah. Balita yang berada dalam fase eksplorasi dan imajinasi, memerlukan ruang yang leluasa untuk bergerak.
Pasang kawat ventilasi atau kasa, baik di lubang angina, maupun pintu dan jendela. Selain untuk mencegah nyamuk, produk ini juga bisa sebagai saringan debu.
Pilih perabot rumah (meja,kursi, lemaru, rak) dalam ruang keluarga yang tidak menyimpan debu dan mudah dibersihkan. Apalagi kalu balita menderita alergi.
- hindari bahan kain dan berbulu untuk penutup kursi atau taplak.
- Kurangi penggunaan karpet karena bisa menyimpan debu.  Sumber : disini